Jumat, 21 November 2014

Sejarah Sate Haji Kuswata Khas Cibingbin Kuningan



Sate Haji Kuswata pada mulanya dikenal dengan Sate Ibu Gendut (ibu dari h. kuswata) pada awal tahun 1940-an Ibu Gendut mulai berjualan makanan masakan sunda di ibu kota tepatnya di Kalideres Jakarta Barat. Setelah sekian lama malang melintang akhirnya pada Ibu Gendut bersama suami dan Anaknya (Ibu Ecoh) memilih memberanikan diri berjualan di kampung sendiri yaitu Cibingbin, perbatasan ujung Jawa Barat Kuningan dengan Jawa Tengah Brebes. 

Dari desa ke desa dari suatu tempat ke tempat lainnya, bermodalkan semangat & lampu senter pompa Ibu Gendut berjualan sate dengan cara berkeliling sampai ke Daerah perbatasan Brebes. Pada jaman itu belum ada kendaraan, jalanan masih gelap. Momen dimana ada hiburan hajatan itulah kesempatan bagi Ibu Gendut berjualan.

Sampai dimana suatu masa Ibu Gendut berniat mewariskan Satenya ke Ibu Ecoh (kakak dari H. Kuswata) tetapi beliau menolaknya, lebih memilih hijrak ke ibu kota. Akhirnya Bapak H. Kuswata lah yang meneruskan berjualan sate kambing Ibu Gendut yang waktu itu lumayan sering ikut berjualan sate keliling, biasanya bertugas bawa lampu senter pompa. 

Di tangan H. Kuswata mulai lebih terkenal karena sudah ada listrik dan hiburan tetap MISBAR (Gerimis Bubar) atau kalau jama sekarang dikenal bioskop tapi versi outdoor. Kini kebanyakan orang-orang lebih mengenal SATE HAJI KUSWATA atau SATE CIBINGBIN.

Dadang Sobali putra pertama dari H. Kuswata mulai membantu mengembangkan usaha orang tuanya, di tangan dinginnya SATE HAJI KUSWATA kini lebih berkembang dengan membuka cabang baru di luar Cibingbin dan berkonsep lebih bagus, memiliki daya jual yang mumpuni. 

Dia (Dadang Sobali) berniat membawa SATE HAJI KUSWATA ke kanca Nasional. Setidaknya Indonesia tahu bahwa ada Sate yang enak di Kuningan.

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Sate Haji Kuswata